Belajar itu seperti membangun rumah, butuh waktu dan kesabaran. Sebagai seorang guru, tugas utama saya tidak hanya mengajar peserta didik, tapi juga terus belajar, berinovasi dan berkarya dalam dunia pendidikan. Salah satu cara saya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam pembelajaran adalah mengikuti program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK).
Saya mengikuti program PembaTIK, tidak hanya di tahun 2024, tapi sudah pernah diikuti pada tahun sebelumnya. Setiap level yang dilalui mulai dari level 1 hingga level 4, banyak pengetahuan baru yang menambah wawasan saya sebagai seorang guru. Terutama pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan terus berinovasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Selama mengikuti kegiatan PembaTIK sudah cukup banyak rekan baru yang saya temui untuk berbagi dan berkolaborasi. Tidak hanya di Provinsi NTT, melainkan rekan dari provinsi lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini membantu saya menjalin relasi dan komunikasi untuk saling memotivasi dan berbagi pengalaman serta praktik baik, khususnya untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan kami.
Selain membangun relasi dan kolaborasi dengan sesama sahabat teknologi, saya juga menjalin komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan/stakeholders di daerah, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, dan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTT. Walaupun berkomunikasi melalui media sosial, pimpinan pemangku kepentingan selalu bersedia hadir saat diundang untuk menghadiri webinar pada program PembaTIK dan selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi.
Praktik Baik Inovasi Pembelajaran
Kini di Program PembaTIK level 4, kami merancang dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran berupa salah satu model pembelajaran inovatif berbasis TIK yang berpusat pada murid dan bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan media pembelajaran digital yang telah dikreasikan di level 3, PMM dan/atau Platform Teknologi lainnya. Selain itu, materi yang disampaikan pada kegiatan berbagi inovasi pembelajaran adalah tentang praktik baik penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TIK berpusat pada murid (student center oriented) yang bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan media pembelajaran digital yang telah dikreasikan di level 3, PMM dan/atau platform teknologi lainnya.
Inovasi pembelajaran yang saya bagikan pada pada PembaTIK Level 4 ini dinamakan Petualangan Digital: NOBEL BATIK (iNOvasi pemBELajaran BerbAsis TIk dengan Kearifan lokal). Sementara itu, model pembelajaran yang diimplementasikan yaitu model learning station .
Model pembelajaran ini menekankan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran dengan membagi mereka ke dalam kelompok-kelompok yang berkeliling di stasiun yang berbeda melakukan percobaan terhadap suatu subjek atau tantangan di stasiun lain. Hal ini dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dengan aktivitas kolaborasi dan petualangan secara kontekstual dalam pembelajaran.
Adapun platform pendidikan yang digunakan di masing-masing stasiun sebagai berikut:
Stasiun 1 (stasiun multimedia digital), meliputi: akun belajar.id peserta didik, google drive, Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang dibuat di level 3, portal rumah belajar, SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), dan ditautkan dalam microsite Layanan Kelas Terpadu.
Stasiun 2 (stasiun games QR code), meliputi PMM (Platform Merdeka Mengajar) sebagai contoh pembelajaran, pembuatan kuis dan games menggunakan Canva for education, Quizizz, dan liveworksheets, dan untuk memindai QR code menggunakan Google Lens.
Stasiun 3 (stasiun kearifan lokal), meliputi akun belajar.id peserta didik, Canva for education, Quizizz, dan Google Workspace for Education.
Kearifan lokal yang diangkat adalah tradisi "Pire" yang dikaitkan dengan pembelajaran materi energi sesuai lingkungan kontekstual peserta didik.
Berbagi dan Berkolaborasi Inovasi Pembelajaran
Pada Kegiatan berbagi praktik baik penerapan model pembelajaran inovatif ini wajib dilakukan secara daring (tatap maya) dan berkelompok melalui Komunitas Belajar PMM “Sahabat PembaTIK” di provinsi masing-masing yang telah dibuat oleh Duta Teknologi. Peserta juga dapat melakukan kegiatan berbagi praktik baik di daerah masing-masing secara luring (tatap muka) diawali dari tempat peserta bertugas maupun wilayah yang lebih luas, bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. Kegiatan berbagi praktik baik yang dilakukan secara daring atau luring dapat melibatkan dinas provinsi/kabupaten/kota, stakeholders, komunitas dan Lembaga Pendidikan terkait.
Saya menyusun Action Plan pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang dinamakan NUSA KITA SOLID. Ungkapan "Nusa Kita Solid" merupakan sebuah kalimat yang syarat akan makna persatuan dan kebangsaan. Nusa memiliki makna yang luas, mulai dari pulau, kepulauan, hingga tanah air atau negara. Dalam konteks ini, "nusa" merujuk pada wilayah Indonesia yang kita cintai. Kata "kita" ini menunjukkan inklusivitas, melibatkan semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Dalam konteks ini, "solid" menggambarkan persatuan yang erat dan tak terpisahkan di antara seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Nusa Kita Solid menggambarkan komitmen pentingnya persatuan dan kolaborasi bersama dalam memajukan bangsa, khususnya dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, pada konteks berbagi dan berkolaborasi, kata Nusa Kita Solid merupakan akronim dari meneNtUkan Sasaran dan Aktivitas, Kembangkan Inovasi unTuk berbAgi dan berkolaborasi, Sebarkan pOstingan melaLuI meDia sosial.
Adapun Action Plan pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi level 4 PembaTIK sebagai berikut.

.png)





.png)














