Halaman

Safriyadin (Syd)

NUSA KITA SOLID

Komitmen dan Langkah Nyata pada PembaTIK 2024

VLOG PembaTIK 2024

Inovasi Pembelajaran - Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi

Inovasi Pembelajaran

Petualangan Digital: NOBEL BATIK (iNOvasi pemBELajaran BerbAsis TIk dengan Kearifan lokal)

Sambutan Wisudawan

Upacara Wisuda Universitas Negeri Semarang

Wisudawan Terbaik

Upacara Wisuda Universitas Negeri Semarang

Safriyadin (Syd)

Wisudawan Terbaik Program Sarjana

Plakat Penghargaan Wisudawan Terbaik

Upacara Wisuda Universitas Negeri Semarang

Senin, 28 Oktober 2024

NUSA KITA SOLID : Komitmen dan Langkah Nyata pada PembaTIK 2024

Belajar itu seperti membangun rumah, butuh waktu dan kesabaran. Sebagai seorang guru, tugas utama saya tidak hanya mengajar peserta didik, tapi juga terus belajar, berinovasi dan berkarya dalam dunia pendidikan. Salah satu cara saya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam pembelajaran adalah mengikuti program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK). 

Saya mengikuti program PembaTIK, tidak hanya di tahun 2024, tapi sudah pernah diikuti pada tahun sebelumnya. Setiap level yang dilalui mulai dari level 1 hingga level 4, banyak pengetahuan baru yang menambah wawasan saya sebagai seorang guru. Terutama pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan terus berinovasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. 

Selama mengikuti kegiatan PembaTIK sudah cukup banyak rekan baru yang saya temui untuk berbagi dan berkolaborasi. Tidak hanya di Provinsi NTT, melainkan rekan dari provinsi lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini membantu saya menjalin relasi dan komunikasi untuk saling memotivasi dan berbagi pengalaman serta praktik baik, khususnya untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan kami.

Selain membangun relasi dan kolaborasi dengan sesama sahabat teknologi, saya juga menjalin komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan/stakeholders di daerah, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, dan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTT. Walaupun berkomunikasi melalui media sosial, pimpinan pemangku kepentingan selalu bersedia hadir saat diundang untuk menghadiri webinar pada program PembaTIK dan selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi.


Praktik Baik Inovasi Pembelajaran 

Kini di Program PembaTIK level 4, kami merancang dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran berupa salah satu model pembelajaran inovatif berbasis TIK yang berpusat pada murid dan bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan media pembelajaran digital yang telah dikreasikan di level 3,  PMM dan/atau Platform Teknologi lainnya. Selain itu, materi yang disampaikan pada kegiatan berbagi inovasi pembelajaran adalah tentang praktik baik penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TIK berpusat pada murid (student center oriented) yang bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan media pembelajaran digital yang telah dikreasikan di level 3, PMM dan/atau platform teknologi lainnya.

Inovasi pembelajaran yang saya bagikan pada pada PembaTIK Level 4 ini dinamakan Petualangan Digital: NOBEL BATIK (iNOvasi pemBELajaran BerbAsis TIk dengan Kearifan lokal). Sementara itu, model pembelajaran yang diimplementasikan yaitu model learning station . 

Model pembelajaran ini menekankan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran dengan membagi mereka ke dalam kelompok-kelompok yang berkeliling di stasiun yang berbeda melakukan percobaan terhadap suatu subjek atau tantangan di stasiun lain. Hal ini dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dengan aktivitas kolaborasi dan petualangan secara kontekstual dalam pembelajaran.

Adapun platform pendidikan yang digunakan di masing-masing stasiun sebagai berikut:

Stasiun 1 (stasiun multimedia digital), meliputi: akun belajar.id peserta didik, google drive, Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang dibuat di level 3, portal rumah belajar, SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), dan ditautkan dalam microsite Layanan Kelas Terpadu.

Stasiun 2 (stasiun games QR code), meliputi PMM (Platform Merdeka Mengajar) sebagai contoh pembelajaran, pembuatan kuis dan games menggunakan Canva for education, Quizizz, dan liveworksheets, dan untuk memindai QR code menggunakan Google Lens.

Stasiun 3 (stasiun kearifan lokal), meliputi akun belajar.id peserta didik, Canva for education, Quizizz, dan Google Workspace for Education.

Kearifan lokal yang diangkat adalah tradisi "Pire" yang dikaitkan dengan pembelajaran materi energi sesuai lingkungan kontekstual peserta didik.


Berbagi dan Berkolaborasi Inovasi Pembelajaran

Pada Kegiatan berbagi praktik baik penerapan model pembelajaran inovatif ini wajib dilakukan secara daring (tatap maya) dan berkelompok melalui Komunitas Belajar PMM “Sahabat PembaTIK” di provinsi masing-masing yang telah dibuat oleh Duta Teknologi. Peserta juga dapat melakukan kegiatan berbagi praktik baik di daerah masing-masing secara luring (tatap muka) diawali dari tempat peserta bertugas maupun wilayah yang lebih luas, bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. Kegiatan berbagi praktik baik yang dilakukan secara daring atau luring dapat melibatkan dinas provinsi/kabupaten/kota, stakeholders, komunitas dan Lembaga Pendidikan terkait.

Saya menyusun Action Plan pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang dinamakan NUSA KITA SOLID. Ungkapan "Nusa Kita Solid" merupakan sebuah kalimat yang syarat akan makna persatuan dan kebangsaan. Nusa memiliki makna yang luas, mulai dari pulau, kepulauan, hingga tanah air atau negara. Dalam konteks ini, "nusa" merujuk pada wilayah Indonesia yang kita cintai. Kata "kita" ini menunjukkan inklusivitas, melibatkan semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Dalam konteks ini, "solid" menggambarkan persatuan yang erat dan tak terpisahkan di antara seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Nusa Kita Solid menggambarkan komitmen pentingnya persatuan dan kolaborasi bersama dalam memajukan bangsa, khususnya dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, pada konteks berbagi dan berkolaborasi, kata Nusa Kita Solid merupakan akronim dari meneNtUkan Sasaran dan Aktivitas, Kembangkan Inovasi unTuk berbAgi dan berkolaborasi, Sebarkan pOstingan melaLuI meDia sosial.

Adapun Action Plan pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi level 4 PembaTIK sebagai berikut.


Dari Action Plan tersebut dapat dilihat bahwa pada kegiatan menentukan sasaran dan aktivitas, beberapa kegiatan yang dilakukan seperti menyusun rencana kegiatan dan berkoordinasi dengan pimpinan, pemangku kepentingan. Pada kegiatan kembangkan inovasi untuk berbagi dan berkolaborasi, antara lain melakukan kegiatan berbagi dan berkolaborasi bersama rekan sahabat teknologi dari daerah NTT maupun lintas provinsi. Kegiatan ini juga melibatkan duta teknologi maupun pemangku kepentingan seperti dinas pendidikan dan UPT Kemendikbudristek (BPMP dan BGP). Sementara itu, pada sebarkan postingan melalui media sosial, antara lain membuat blog dan vlog seputar inovasi pembelajaran serta kegiatan berbagi dan berkolaborasi di media sosial.

Berikut ini vlog inovasi yang telah dibuat.


Harapannya melalui inovasi dalam pembelajaran dan berbagi praktik baik serta saling berkolaborasi untuk peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran peserta didik dapat memajukan pendidikan di Indonesia.

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar   

NUSA KITA SOLID #14 : Petualangan Digital: NOBEL BATIK (iNOvasi pemBELajaran BerbAsis TIk dengan Kearifan lokal)

Pembelajaran Kontekstual dengan Petualangan Digital

Pembelajaran di sekolah dasar memiliki salah satu karakteristik yaitu anak masih senang dengan benda konkret atau pengalaman konstekstual. Perkembangan kognitif anak di tahap ini berlangsung sekitar usia 7 hingga 11 tahun dan ditandai dengan perkembangan pemikiran yang terorganisir dan rasional. Menurut Piaget bahwa tahap konkret sebagai titik balik utama dalam perkembangan kognitif anak, karena menandai awal pemikiran logis. Oleh karena itu, seorang guru sekolah dasar harus mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.

Inovasi pembelajaran kontekstual di sekolah dasar bertujuan untuk menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan. Dengan pendekatan ini, peserta didik tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga memahami bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran kontekstual dengan petualangan digital adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggabungkan konsep pembelajaran kontekstual dengan teknologi digital. Dalam pendekatan ini, peserta didik diajak untuk belajar sambil berpetualang dalam dunia digital yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga relevan dengan materi pelajaran. Petualangan ini dapat berupa permainan, simulasi, atau bahkan eksplorasi virtual.

Alasan pembelajaran dengan petualangan digital di sekolah dasar, yakni:

  1. Relevan; yakni materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
  2. Menyenangkan; yakni elemen permainan dan petualangan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
  3. Interaktif; yakni peserta didik aktif terlibat dalam proses pembelajaran, tidak hanya sebagai penerima informasi.
  4. Visual; yakni visualisasi yang menarik membantu  peserta didik memahami konsep yang abstrak.
  5. Kolaboratif; yakni peserta didik dapat belajar bersama teman sebayanya dalam menyelesaikan tantangan dalam petualangan digital.
Oleh karena itu, pembelajaran kontekstual dengan petualangan digital merupakan pendekatan yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Dengan menggabungkan elemen permainan, interaktivitas, dan relevansi, pendekatan ini dapat membuat peserta didi lebih aktif, terlibat, dan bersemangat dalam belajar.


Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Kearifan Lokal

Situasi Sekolah Dasar Negeri Molekelisamba, Kabupaten Ende yang terletak di salah satu wilayah daerah terpencil yang cukup sulit dalam jangkauan transportasi dan keterbatasan jaringan internet, menjadi latar belakang saya melakukan inovasi pembelajaran berbasis TIK. Selain itu, secara geografis sekolah tempat saya mengabdi yang  terletak di Desa Mole, Kecamatan Ndori, masyarakatnya masih sangat kental dengan kearifan lokal daerahnya.

Saya mengajar peserta didik yang lahir di generasi alfa, tentu rasa ingin tahu peserta didik tentang teknologi sangat tinggi yang belum terlayani secara optimal. Sekolah kami juga mendapatkan bantuan chromebook dari pemerintah sebagai alat penunjang pembelajaran berbasis TIK, belum digunakan secara optimal dalam pembelajaran di kelas. Namun, perangkat ini biasa digunakan saat pelaksanaan kegiatan Asesmen Nasional.

Kebutuhan belajar peserta didik yang belum terlayani secara optimal serta tantangan implementasi program merdeka belajar untuk mewujudkan sekolah yang dicita-citakan dengan menumbuhkan kompetensi dan karakter semua peserta didik untuk menjadi pelajar sepanjang hayat dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang guru untuk menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis TIK dan kontekstual dengan kearifal lokal di dalam pembelajaran di kelas.

Adapun implementasi pembelajaran digital dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:
  1. Tahap persiapan, meliputi: (1) review hasil asesmen awal dan merancang skenario pembelajaran; (2) menetapkan tujuan atau aktivitas/langkah kegiatan; (3) menetapkan sumber belajar dan media yang akan digunakan; dan (4) menetapkan instrumen asesmen.
  2. Tahap pelaksanaan, meliputi: (1) menetapkan model/metode pembelajaran yang akan digunakan; (2) memastikan keterlibatan atau kolaborasi peserta didik; (3)  adanya kebermanfaatan dan umpan balik peserta didik; dan (4) disesuaikan dengan kondisi aktual dan kearifan lokal.
  3. Tahap evaluasi, meliputi: (1) mengevaluasi hasil belajar peserta didik secara menyeluruh; (2) menentukan tindak lanjut hasil asesmen.   

Pada pembelajaran IPAS kelas VI Materi Energi, saya mengimplementasikan model Learning Station. Model pembelajaran ini menekankan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran dengan membagi mereka ke dalam kelompok-kelompok yang berkeliling di stasiun yang berbeda melakukan percobaan terhadap suatu subjek atau tantangan di stasiun lain. Model Learning Station dipilih karena dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dengan aktivitas kolaborasi dan petualangan secara kontekstual dalam pembelajaran.

Adapun sintaks atau langkah-langkah implementasi Model Learning Station sebagai berikut:

  1. Pengelompokkan peserta didik. Guru membentuk kelompok dengan jumlah kelompokkan biasanya sama dengan jumlah stasiun. Peserta didik kelas VI sebanyak 11 orang, oleh karena itu saya mengelompokkan mereka dalam 3 kelompok dan 3 stasiun yang digunakan.
  2. Memilih jenis stasiun dalam pembelajaran dan pergerakan peserta didik ke stasiun. Pemilihan jenis stasiun yang tepat akan memastikan bahwa setiap peserta didik dapat mempunyai kesempatan terbaik untuk mengerjakan tugas mereka. Stasiun 1 dinamakan stasiun multimedia digital; stasiun 2 dinamakan stasiun games QR Code; dan stasiun 3 dinamakan stasiun kearifan lokal. Setiap kelompok diberi waktu 15 menit untuk menyelesaikan tantangan di setiap stasiun, lalu berpindah ke stasiun lainnya.
  3. Ringkasan kegiatan. Guru  mengajak peserta didik serta menyimpulkan pengetahuan baru yang perlu diketahui peserta didik atau merangkum hasil kegiatan atau mengembakan keterampilan baru pada peserta didiknya.
  4. Penilaian. Guru melakukan penilaian dengan menggunakan lembar observasi terhadap peserta didik selama periode stasiun atau kembar kerja sebagai hasil penilaian.
Platform pendidikan yang digunakan dalam pembelajaran ini tersebar dalam 3 stasiun, seperti tampak pada gambar berikut:


Stasiun 1
Pada stasiun 1 (stasiun multimedia digital), dimanfaatkan akun belajar.id peserta didik untuk login menggunakan perangkat chromebook sekolah. Google drive untuk menyimpan sejumlah file yang akan digunakan dalam pembelajaran. Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) tentang Energi yang sudah dibuat pada level 3 sebelumnya.  Video pembelajaran yang diunduh di portal rumah belajar. 

Gambar: Tampilan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) pada Level 3

Aplikasi SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia) digunakan untuk mengunduh beragam buku referensi yang berbeda. Kemudian, microsite s.id digunakan untuk menautkan sejumlah media yang telah dibuat, sehingga peserta didik mudah untuk mengaksesnya sesuai kebutuhan dalam pembelajaran. Perangkat yang digunakan di stasiun 1  adalah  chromebook dan earphone. Berikut gambar aktivitas peserta didik di stasiun 1.
            
Gambar: Aktivitas Peserta Didik di Stasiun 1

Stasiun 2
Pada stasiun 2 (stasiun games qr code), dimanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk mengakses sejumlah materi dan referensi yang digunakan dalam pembelajaran. Canva for Education, Quizizz, dan Liveworsheets digunakan untuk membuat lembar kerja peserta didik dan sejumlah pertanyaan kuis dan permainan. 
Selain itu, digunakan fitur Google Lens untuk membantu peserta didik memindai QR Code yang dipilih untuk menyelesaikan tantangan kuis dan permainan yang ada.
Perangkat yang digunakan di stasiun 2 adalah chromebook dan smartphone. Berikut gambar aktivitas peserta didik di stasiun 2.

Gambar: Aktivitas Peserta Didik di Stasiun 2

Stasiun 3
Pada stasiun 3 (stasiun kearifan lokal), dimanfaatkan akun belajar.id peserta didik untuk login menggunakan perangkat chromebook sekolah. Canva for Education dan Quizizz untuk membuat lembar kerja dan tantangan yang ada stasiun kearifan lokal. Serta, beberapa aplikasi dari Google Workspace for Education, seperti google dokumen dan google slide yang digunakan untuk menuliskan tantangan dan panduan yang ada di stasiun 3. Perangkat yang digunakan di stasiun 2 adalah chromebook dan smartphone. Stasiun 3 letaknya berada di luar kelas. Berikut gambar aktivitas peseta didik di stasiun 3.

Gambar: Aktivitas Peserta Didik di Stasiun 3

Kearifan lokal yang diangkat dalam pembelajaran ini adalah "Pire", merupakan yang merupakan tradisi di salah satu suku di wilayah Kabupaten Ende, lebih tepatnya Suku Lio. Kearifan lokal "Pire" merupakan pantangan dan larangan menggunakan sesuatu yang dipercaya sebagai larangan adat dan bisa dikenakan sanksi sosial sesuai tradisi masyarakat. Pada mata pelajaran IPAS Kelas VI, materi Energi terutama berkaitan dengan penghematan energi, kearifan lokal "Pire", yang menjadikan tantangan bagi peserta didik untuk mengaitkan, menganalisis, dan mencari solusi terkait penghematan energi di lingkungan tempat tinggalnya.

Dari hasil pembelajaran yang dilakukan, peserta didik sangat aktif mengikuti pembelajaran. Peserta didik termotivasi untuk menyelesaikan semua tantangan dengan saling berkolaborasi dengan peserta didik lainnya. Hal ini juga dapat dilihat dari hasil asesmen yang memenuhi kriteria ketercapaian pembelajaran. Adanya platform pendidikan dan perangkat TIK membantu peserta didik untuk mengenal beragam platform yang membantu mereka mencari referensi/sumber belajar yang beragam dan mudah diakses. Selain itu, pembelajaran yang kontekstual melalui kearifan lokal dapat menjadikan peserta mengenal dengan baik kearifan lokal dan dapat menjaga serta melestarikannya untuk generasi yang akan datang.

Demikian, inovasi pembelajaran berbasis TIK dengan kearifan lokal yang dilakukan di sekolah. Semoga menjadi sumber referensi pembelajaran bagi Bapak/Ibu guru hebat untuk mendesain pembelajarannya di kelas. Silakan amati, tiru, dan modifikasi sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik di sekolah masing-masing. Mari kita terus berinovasi dalam pembelajaran untuk mewujudkan implementasi kurikulum merdeka.


#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar  

NUSA KITA SOLID #13 : Webinar SABARA (Semarak Berbagi dan Berkolaborasi) Episode #4

Kerja sama dalam tim untuk berbagi dan berkolaborasi sangat dibutuhkan untuk mencapai dampak yang optimal. Kami melakukan komunikasi melalui Grup WhatsApp, tapi persiapan seperti otimal dalam pembuatan flyer, link google meet, berkomunikasi dengan keynote speaker dari Duta Teknologi maupun dari unsur UPT Kemendikbudristek, dalam hal ini adalah pimpinan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT.

Melalui Webinar SABARA (SemArak BerbAgi dan berkolaboRAsi) yang merupakan webinar lintas provinsi bersama Sahabat Teknologi 2024 yang berasal dari beragam daerah, jenjang pendidikan, dan rumpun mata pelajaran. 

Flyer Webinar SABARA #4

Webinar SABARA Episode #4 merupakan kolaborasi Sahabat Teknologi dari Provinsi NTT, Provinsi Kalimantan Barat, dan Provinsi Bali. Webinar ini dilaksanakan pada Jumat, 25 Oktober 2024, pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WITA hingga selesai. Keynote speakers pada webinar ini yaitu Kepala BPMP Provinsi NTT, diwakili oleh Lead PDM 03B, Bapak Milly Van Erich Saly, S.Kom. Pembicaranya lainnya adalah Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2022, Ibu Theresia Sri RahayuKegiatan dimoderatori oleh saya sendiri merangkap menjadi narasumber pada webinar ini.

Kegiatan diawali oleh Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2022 yang menyampaikan tentang gambaran umum program PembaTIK dan tahapan tiap levelnya. Beliau mengingatkan untuk saling berbagi inovasi pembelajaran dan kolaborasi demi dampak yang lebih baik dalam dunia pendidikan.

Kegiatan Webinar SABARA #4, dibuka oleh Lead PDM 03B BPMP Provinsi NTT. Dalam sambutannya, beliau mencontohkan bahwa teknologi sangat bermanfaat dalam pembelajaran, dengan adanya latihan yang terus-menerus tentu berdampak pada peserta didik. Peserta webinar diharapkan dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajaran dan praktik baik yang disampaikan oleh narasumber.


Gambar: Tangkapan Layar Webinar SABARA #4

Saat sesi pemaparan materi, Sahabat Teknologi sebagai narasumber pada Webinar SABARA #3 adalah saya sendiri, Safriyadin (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupeten Ende), berbagi praktik baik tentang Petualangan Digital: NOBEL BATIK (Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Kearifan Lokal).

Kegiatan berbagi praktik baik dilanjutkan oleh Bapak Aji Suhendra (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi Kalimantan Barat) berbagi tentang Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif. Sementara itu, pada pemaparan terakhir oleh Bapak Nyoman Eriady (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi Bali) berbagi praktik baik tentang Ular Bergerak Aku Sebut Tutor Sebaya BerMPI.

Peserta yang hadir sebanyak 86 orang yang tidak hanya berasal dari Provinsi NTT, tapi berasal dari daerah lain di Indonesia. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan webinar ini. Di sesi diskusi salah satu peserta, Ibu Shaliha Sukalumba menanyakan seputar cara membuat dan menjalankan MPI tanpa jaringan internet. Peserta lainnya, Ibu Suryani menanyakan cara membuat MPI dari Canva agak tampilannya menarik dan interaktif.

Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan Webinar SABARA #4. 

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan Webinar SABARA #4. 

<


#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

NUSA KITA SOLID #12 : Webinar SABARA (Semarak Berbagi dan Berkolaborasi) Episode #3

Salah satu kunci keberhasilan kolaborasi adalah komunikasi yang efektif. Hal ini pula yang kami lakukan untuk menyiapkan pelaksanaan webinar lintas provinsi. Walaupun, berkomunikasi melalui Grup WhatsApp, tapi persiapan seperti otimal dalam pembuatan flyer, link google meet, berkomunikasi dengan keynote speaker dari Duta Teknologi maupun dari unsur UPT Kemendikbudristek, dalam hal ini adalah pimpinan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTT.

Melalui Webinar SABARA (SemArak BerbAgi dan berkolaboRAsi) yang merupakan webinar lintas provinsi bersama Sahabat Teknologi 2024 yang berasal dari beragam daerah, jenjang pendidikan, dan rumpun mata pelajaran. 

Flyer Webinar SABARA #3

Webinar SABARA Episode #3 merupakan kolaborasi Sahabat Teknologi dari Provinsi NTT, Provinsi Bangka Belitung, dan Provinsi Bengkulu. Webinar ini dilaksanakan pada Jumat, 25 Oktober 2024, pukul 13.00 WIB atau pukul 14.00 WITA hingga selesai. Keynote speakers pada webinar ini yaitu Plt. Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTT, Bapak Dr. Subandi, M.M. Pembicaranya lainnya adalah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekaligus PemanTIK di Kabupaten Ende, yaitu Bapak Vinsensius Triardi Wanggo, S.T., M.Eng. Serta Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2017, Ibu Maria Gloria Goreti Watu RakaKegiatan dimoderatori oleh saya sendiri merangkap menjadi narasumber pada webinar ini.

Kegiatan diawali oleh Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2017 yang menyampaikan tentang inovasi pembelajaran khususnya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi. Teknologi tidak hanya dikuasai oleh gurunya, tetapi juga dimanfaatkan oleh anak didiknya. Pemanfaatan teknologi di setiap sekolah atau daerah berbeda sesuai kebutuhan dan karakteristik yang ada.

Pembicara berikutnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Dalam sambutannya, mengharapkan peserta dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi di tengah tantangan yang kita hadapi tentang kesiapan di masing-masing satuan pendidikan dalam penggunaan teknologi dan kemampuan guru untuk beradaptasi dengan baik.

Kegiatan Webinar SABARA #3, dibuka oleh Plt. Kepala BGP Provinsi NTT. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih dan sangat senang dapat berkenalan dengan para guru yang hadir dalam webinar ini. Hal ini, beliau sampaikan karena baru dua hari beliau menjabat sebagai Plt. BGP Provinsi NTT dan merupakan kesempatan perdana hadir dalam webinar ini. Lebih lanjut, beliau sampaikan pentingnya kegiatan berbagi dan berkolaborasi tentang inovasi pembelajaran. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk guru, tapi juga berdampak pada peserta didik satuan pendidikan masing-masing.



Gambar: Tangkapan Layar Webinar SABARA #03

Saat sesi pemaparan materi, Sahabat Teknologi sebagai narasumber pada Webinar SABARA #3 adalah saya sendiri, Safriyadin (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupeten Ende), berbagi praktik baik tentang Petualangan Digital: NOBEL BATIK (Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Kearifan Lokal).

Kegiatan berbagi praktik baik dilanjutkan oleh Bapak Suwito (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi Bangka Belitung) berbagi tentang Pemanfaatan Gim Edukasi dalam Pembelajaran. Beliau adalah guru Bahasa Mandarin yang berada di sekolah dasar. Sementara itu, pada pemaparan terakhir oleh Bapak Junaidi (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi Bengkulu) berbagi praktik baik tentang Penggunaan MPI Smart Apps Creator dalam Model Pembelajaran Station Rotation.

Peserta yang hadir sebanyak 56 orang yang tidak hanya berasal dari Provinsi NTT, tapi berasal dari daerah lain di Indonesia. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan webinar ini. Di sesi diskusi beberapa peserta menanyakan terkait inovasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, peserta mengisi pesan dan kesan dalam formulir kehadiran yang sangat positif terhadap webinar ini.


Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan Webinar SABARA #3. 

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan Webinar SABARA #3. 

/



#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

NUSA KITA SOLID #11 : Webinar SABARA (Semarak Berbagi dan Berkolaborasi) Episode #2

Pelaksanaan webinar lintas provinsi, sebelumnya dilakukan bersama dengan Sahabat Teknologi Tahun 2024 dari Provinsi NTT, Provinsi Lampung, dan Provinsi Aceh. Melalui komunikasi lewat Grup WhatsApp, kali ini saya coba untuk mengajak Sahabat Teknologi dari provinsi lainnya untuk bergabung melalui Webinar SABARA.

Melalui Webinar SABARA (SemArak BerbAgi dan berkolaboRAsi) yang merupakan webinar lintas provinsi bersama Sahabat Teknologi 2024 yang berasal dari beragam daerah, jenjang pendidikan, dan rumpun mata pelajaran. 


Flyer Webinar SABARA #2

Webinar SABARA Episode #2 merupakan kolaborasi Sahabat Teknologi dari Provinsi NTT dan Provinsi D.I. Yogyakarta. Webinar ini dilaksanakan pada Kamis, 24 Oktober 2024, pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WITA hingga selesai. Keynote speakers pada webinar ini yaitu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekaligus PemanTIK di Kabupaten Ende, yaitu Bapak Vinsensius Triardi Wanggo, S.T., M.Eng. Selain itu, yang menjadi pembicara adalah Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2021, Bapak Hyronimus Lado. Kegiatan dimoderatori oleh saya sendiri merangkap menjadi narasumber pada webinar ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini menuntut kita untuk senantiasa terus berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi. Diharapkan peserta dapat menerapkan pembelajaran yang lebih fleksibel, efektif, dan profesional. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa di tengah tantangan yang kita hadapi tentang kesiapan di masing-masing satuan pendidikan dalam penggunaan teknologi dan kemampuan guru untuk beradaptasi dengan baik.




Gambar: Tangkapan Layar Webinar SABARA #02

Saat sesi pemaparan materi, Sahabat Teknologi sebagai narasumber pada Webinar SABARA #2 adalah saya sendiri, Safriyadin (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupeten Ende), berbagi praktik baik tentang Petualangan Digital: NOBEL BATIK (Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Kearifan Lokal).

Kegiatan berbagi praktik baik dilanjutkan oleh Ibu Warsih Widyastuti (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi D.I. Yogyakarta) berbagi tentang Inovasi Pembelajaran dengan MPI di Jenjang TK. Sementara itu, pada pemaparan terakhir oleh Bapak Wahyu Widayat (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi D.I. Yogyakarta) berbagi praktik baik tentang Pemanfaatan MPI dalam Inovasi Pembelajaran PJOK.

Peserta yang hadir sebanyak 128 orang yang tidak hanya berasal dari Provinsi NTT, tapi berasal dari daerah lain di Indonesia. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan webinar ini. Di sesi diskusi beberapa peserta menanyakan terkait inovasi penggunaan MPI di jenjang TK. Selain itu, peserta mengisi pesan dan kesan dalam formulir kehadiran yang sangat positif terhadap webinar ini.

Webinar dilaksanakan secara tertib dan tidak ada kendala yang berarti selama kegiatan berlangsung. Walaupun saat pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Wahyu Widayat, terdapat suara bising, karena ada kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjalin kolaborasi antara sesama Sahabat Teknologi maupun dengan peserta webinar.

Di akhir sesi webinar, ada penguatan dari Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2021, Bapak Hynonimus Lado. Di awal penyampaiannya, beliau mengapresiasi Sahabat Teknologi yang terpilih hingga sampai ke level 4 kegiatan PembaTIK ini. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa inovasi tidak harus berkaitan dengan hal yang baru, tapi juga dikembangkan dari ide orang lain. Inovasi bisa juga ditampilkan  dengan menerapkan teknologi dalam pembelajaran dan terus berkolaborasi.

Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan Webinar SABARA #2. 

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan Webinar SABARA #2. 


#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar 

NUSA KITA SOLID #10 : Webinar SABARA (Semarak Berbagi dan Berkolaborasi) Episode #1

Perkembangan teknologi sudah sangat maju. Memungkinkan yang jauh terasa dekat. Demikian pula, Sahabat Teknologi 2024 yang terus berbagi dan berkolaborasi tanpa kenal jarak. Luasnya jangkauan wilayah Indonesia, memungkinkan kegiatan berbagi dan berkolaborasi lintas provinsi.

Melalui Webinar SABARA (SemArak BerbAgi dan berkolaboRAsi) yang merupakan webinar lintas provinsi bersama Sahabat Teknologi 2024 yang berasal dari beragam daerah, jenjang pendidikan, dan rumpun mata pelajaran. 


Flyer
 Webinar SABARA #1

Webinar SABARA Episode #1 merupakan kolaborasi Sahabat Teknologi dari Provinsi NTT, Provinsi Aceh, dan Provinsi Lampung. Webinar ini dilaksanakan pada Rabu, 23 Oktober 2024, pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WITA hingga selesai. Keynote speakers pada webinar ini yaitu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekaligus PemanTIK di Kabupaten Ende, yaitu Bapak Vinsensius Triardi Wanggo, S.T., M.Eng. Selain itu, yang menjadi pembicara adalah Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2022, Ibu Theresia Sri Rahayu.

Kegiatan dimoderatori  oleh Ibu Sarah Mardiyah (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Provinsi Lampung). Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2022 dalam penyampaiannya menjelaskan secara umum rangkaian tahapan kegiatan PembaTIK serta mengapresiasi kegiatan berbagi dan berkolaborasi lintas provinsi. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende menyampaikan bahwa era sekarang ini dengan adanya blended learning memacu guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran.



Gambar: Tangkapan Layar Webinar SABARA #1

Saat sesi pemaparan materi, Sahabat Teknologi sebagai narasumber pada Webinar SABARA #1 adalah saya sendiri, Safriyadin (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupeten Ende), berbagi praktik baik tentang Petualangan Digital: NOBEL BATIK (Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Kearifan Lokal).

Dilanjutkan oleh Bapak Rudi Kurniawan dan Ibu Sarah Mardiyah (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi Lampung) berbagi tentang Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam pembelajaran. Sementara itu, pada pemaparan terakhir Ibu Fitriwati (Sahabat Teknologi 2024 dari Provinsi Aceh) berbagi praktik baik tentang SIS CANTEK (Pembelajaran Berbasis Kecanggihan Teknologi).

Peserta yang hadir sebanyak 55 orang yang tidak hanya berasal dari Provinsi NTT, tapi berasal dari daerah lain di Indonesia. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan webinar ini. Di sesi diskusi beberapa peserta menanyakan terkait inovasi yang disampaikan dan juga cara mendesain media multimedia pembelajaran interaktif untuk digunakan di satuan pendidikannya.

Webinar dilaksanakan secara tertib dan tidak ada kendala yang berarti selama kegiatan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjalin kolaborasi antara sesama Sahabat Teknologi maupun dengan peserta webinar.

Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan Webinar SABARA #1. 

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan Webinar SABARA #1. 


#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar  

NUSA KITA SOLID #9 : Berbagi Praktik Baik di SMP Negeri 1 Wolowaru

Jumat pagi yang cerah, seizin Kepala Sekolah, saya mengujungi SMP Negeri 1 Wolowaru. Sekolah ini merupakan almamater saya waktu menempuh sekolah menengah pertama. Tepat pukul 08.00 WITA pada 25 Oktober 2024, saya mengunjungi SMP Negeri Wolowaru.

Saya disambut dengan sangat baik oleh Kepala SMP Negeri 1 Wolowaru, Ibu Arfah Oba Pewa, S.Pd. di Kecamatan Wolowaru. Sebelumnya, saya telah membuat janji dengan beliau, melalui komunikasi WhatsApp untuk melakukan kegiatan ini. Beliau sangat antusias dan bersedia untuk menyampaikan ke rekan guru lain untuk bersama-sama mengikuti kegiatan ini.

Sebelum kegiatan dimulai, mereka telah mengatur tempat kegiatan berlangsung dan menyiapkan LCD sebagai media berbagi praktik baik dan sound system. Kegiatan dibuka oleh kepala sekolah dan mengucapkan terima kasih telah berkenan hadir untuk membagikan praktik baik di SMP Negeru 1 Wolowaru dan berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan berdampak pada peserta didik dan guru yang mengimplementasikannya.

Gambar: Kegiatan Berbagi Praktik Baik

Pada sesi penyampaian praktik baik, saya menyampaikan praktik baik tentang inovasi pembelajaran TIK dengan kearifan lokal serta memanfaakan perangkat TIK yang ada di sekolah serta optimalisasi pemanfaatan akun belajar.id siswa. Selain itu, langkah dan implementasi model pembelajaran learning station juga disampaikan ke kepala sekolah dan rekan guru serta pemanfaatan platform teknologi di setiap stasiun.

Ada 10 GTK yang hadir pada kegiatan ini. Mereka sangat antusias menyimak pemaparan dan contoh yang disampaikan. Pada sesi diskusi, ada rekan guru menyampaikan pertanyaannya terkait praktik baik yang dibagikan. Salah satunya adalah Ibu Aisyah Rosmawati, S.Pd. yang menanyakan seputar penerapan quizizz pada pembelajaran matematika.

Foto Bersama dengan Guru SMPN 1 Wolowaru

Di akhir kegiatan, kepala sekolah menyampaikan terima kasih karena telah berbagi praktik  baik di SMP Negeri 1 Wolowaru. Beliau menyampaikan jika ada kesempatan berikutnya, dapat berbagi langsung bersama peserta didik di kelas. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan bisa dilaksanakan di masing-masing kelas dengan optimal. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kualitas pendidikan di SMP Negeri 1 Wolowaru, dan Kabupaten Ende pada umumnya.

Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan berbagi praktik baik di SMP Negeri 1 Wolowaru.

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan berbagi praktik baik di  SMP Negeri 1 Wolowaru.

 

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar  

NUSA KITA SOLID #8 : Webinar HALO BAIK bersama Komunitas Sahabat PembaTIK NTT

Pada sesi sikronus kelas 23 sebelumnya, telah dijadwalkan tentang waktu pelaksanaan webinar yang diselenggarakan bersama Sahabat Teknologi Provinsi NTT Tahun 2024 bersama para Duta Teknologi dan keynote speaker lainnya. Ada 30 Sahabat Teknologi yang tersebar dalam 5 kelompok yang berbeda. Semua peserta wajib melaksanakan webinar ini pada Komunitas Sahabat PembaTIK NTT. Saya mendaftar di kelompok 2 bersama 5 orang rekan lainnya bersama tutor Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2017, Ibu Maria Gloria Goreti Watu Raka.

Flyer Webinar Halo Baik

Webinar ini kami mengusung judul "HALO BAIK (saHAbat teknoLOgi BerbAgi praktIk baiK)" yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Oktober 2024, pukul 17.30 WITA-selesai. Keynote speakers pada webinar ini yaitu Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, yang diwakili oleh Lead PDM 03B, yaitu Bapak Milly Van Erich Saly, S.Kom. Selain itu yang menjadi pembicara adalah Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2017, Ibu Maria Gloria Goreti Watu Raka.

Kegiatan diawali oleh moderator Ibu Roswita Meme Mogi, S.Pd. (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupaten Nagekeo), lalu dilanjutkan oleh Duta Teknologi Provinsi NTT Tahun 2017 yang memberikan semangat dan apresiasi pada peserta dan narasumber atas terlaksananya kegiatan ini. Beliau menambahkan, bahwa semoga praktik baik yang dibagikan membawa dampak yang baik bagi kemajuan pendidikan, khusunya di wilayah Provinsi NTT. Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi NTT, melalui Lead  PDM 03B, menyampaikan pentingnya pemanfataan teknologi dalam pembelajaran untuk memudahkan guru dan selalu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang ada.


Gambar: Tangkapan Layar Webinar Halo Baik

Saat sesi pemaparan materi, Sahabat Teknologi sebagai narasumber pada Webinar HALO BAIK adalah saya sendiri, Safriyadin (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupeten Ende), berbagi praktik baik tentang Petualangan Digital: NOBEL BATIK (Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Kearifan Lokal).

Dilanjutkan oleh Ibu Mega B. Banik, S.Pd. (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupaten Alor) berbagi tentang Multimedia Pembelajaran Interaktif dari Canva, Ibu Musalif, S.Pd. (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupaten Malaka), berbagi Pemanfaatan Media Interaktif dalam Inovasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid. Lalu, Ibu Opri T.Y. Matnope, S.Pd. (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupaten Kupang) berbagi praktik baik tentang Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK dengan Google Classroom, dan Ibu Amalia M. Santi, S.Pd., Gr. (Sahabat Teknologi NTT 2024 dari Kabupaten Manggarai Barat) yang ikut terlibat dalam webinar ini.

Peserta yang hadir sebanyak 131 orang yang tidak hanya berasal dari Provinsi NTT. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan webinar. Di sesi diskusi beberapa peserta menanyakan terkait inovasi yang disampaikan dan juga ada yang berbagi praktik baik seputar pemanfaatan teknologi di satuan pendidikannya.

Di akhir sesi webinar ini, Ibu Maria Gloria Goreti Watu Raka, kembali menguatkan tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dan diharapakan bisa diadaptasi dengan baik oleh peserta menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan wilayahnya masing-masing.

Adanya kolaborasi yang efektif tentunya dapat berdampak untuk kemajuan pendidikan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan Webinar HALO BAIK. 

/

 


#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar  

NUSA KITA SOLID #7 : Berbagi Praktik Baik di SD Inpres Iliwodo 1

Pada tanggal yang sama yaitu 21 Oktober 2024, setelah melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Hobakua dan SD Inpres Iliwodo 2, pada pukul 11.15 WITA, saya melanjutkan perjalanan menuju SD Inpres Iliwodo 1. Letak ketiga sekolah tersebut tidak terlalu jauh, karena masih berada di jalur jalan raya yang sama.

Sekolah Dasar Inpres Iliwodo 1 merupakan salah satu sekolah yang berada wilayah Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende. Sekolah ini tergabung dalam wadah Komunitas Belajar KKG Ndori - Kabupaten Ende.

Gambar: Kegiatan Berbagi Praktik Baik di SD Inpres Iliwodo 1

Saya disambut dengan sangat baik oleh Kepala SD Inpres Iliwodo 1, Bapak Said Dosa, S.Pd. yang sekaligus merupakan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar di Kecamatan Ndori. Sebelumnya, saya telah membuat janji dengan beliau, melalui komunikasi WhatsApp untuk melakukan kegiatan ini. Beliau sangat antusias dan bersedia untuk menyampaikan ke rekan guru lain untuk bersama-sama mengikuti kegiatan ini.

Saya disambut dengan ramah oleh kepala sekolah dan rekan guru di SD Inpres Iliwodo 1 yang telah menunggu di ruang guru. Mereka telah mengatur ruangan kepala sekolah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan dan menyiapkan LCD sebagai media berbagi praktik baik. Kegiatan dibuka oleh kepala sekolah dan mengucapkan terima kasih telah berkenan hadir untuk membagikan praktik baik di SD Inpres Iliwodo 1 dan berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan berdampak pada peserta didik dan guru yang mengimplementasikannya.

Pada sesi penyampaian praktik baik, saya menyampaikan praktik baik tentang inovasi pembelajaran TIK dengan kearifan lokal serta memanfaakan perangkat TIK yang ada di sekolah serta optimalisasi pemanfaatan akun belajar.id siswa. Selain itu, langkah dan implementasi model pembelajaran learning station juga disampaikan ke kepala sekolah dan rekan guru serta pemanfaatan platform teknologi di setiap stasiun.

Ada 6 GTK yang hadir pada kegiatan ini. Mereka sangat antusias menyimak pemaparan dan contoh yang disampaikan. Pada sesi diskusi, ada rekan guru menyampaikan pertanyaannya terkait praktik baik yang dibagikan. Mereka menanyakan bagaimana cara mengatur waktu pada implementasi model pembelajaran learning station, agar peserta didik dapat berpindah antar stasiun dengan mudah, serta cara mengidentifikasi beberapa kearifan lokal yang sesuai dengan materi pelajaran di jenjang sekolah dasar.

Di akhir kegiatan, kepala sekolah menyampaikan terima kasih karena telah berbagi praktik  baik di SD Inpres Iliwodo 1. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan bisa dilaksanakan di masing-masing kelas dengan optimal. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kualitas pendidikan di SD Inpres Iliwodo 1, Kecamatan Ndori, dan Kabupaten Ende pada umumnya.

Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Iliwodo 1.

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Iliwodo 1.

 

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar  

NUSA KITA SOLID #6 : Berbagi Praktik Baik di SD Inpres Iliwodo 2

Setelah melakukan kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Hobakua, saya melanjutkan perjalanan ke SD Inpres Iliwodo 2. Jarak antara sekolah ini memang tidak terlalu jauh, sehingga memudahkan saya untuk menjangkaunya dengan kendaraan bermotor.

Sekolah Dasar Inpres Iliwodo 2 merupakan salah satu sekolah yang berada wilayah Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende. Sekolah ini tergabung dalam wadah Komunitas Belajar KKG Ndori - Kabupaten Ende.

Kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Iliwodo 2 dilaksanakan pada 21 Oktober 2024 pukul 10.30 WITA. Saya disambut dengan sangat baik oleh para guru di SD Inpres Iliwodo 2. Sebelumnya, saya telah membuat janji dengan Kepala SD Inpres Iliwodo 2, Ibu Hildegardis Jawu, S.Pd., melalui komunikasi WhatsApp untuk melaksanakan kegiatan ini. Namun, beliau berhalangan hadir, karena harus mengikuti kegiatan kedinasan lain yang tidak dapat diwakili.

Saya disambut dengan sangat ramah oleh rekan guru di SD Inpres Iliwodo 2. Mereka telah mengatur ruangan kepala sekolah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan dan menyiapkan LCD sebagai media berbagi praktik baik. Kegiatan dibuka oleh salah satu guru senior dan mengucapkan terima kasih telah berkenan hadir untuk membagikan praktik baik di SD Inpres Iliwodo 2.

Gambar: Kegiatan Berbagi Praktik Baik di SD Inpres Iliwodo 2

Pada sesi penyampaian praktik baik, saya menyampaikan praktik baik tentang inovasi pembelajaran TIK dengan kearifan lokal serta memanfaakan perangkat TIK yang ada di sekolah serta optimalisasi pemanfaatan akun belajar.id siswa. Selain itu, langkah dan implementasi model pembelajaran learning station juga disampaikan ke kepala sekolah dan rekan guru serta pemanfaatan platform teknologi di setiap stasiun.

Foto Bersama Guru SD Inpree Iliwodo 2

Ada 7 GTK yang hadir pada kegiatan ini. Mereka sangat antusias menyimak dan sesekali mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Pada sesi diskusi, beberapa guru menyampaikan pertanyaannya terkait praktik baik yang dibagikan. Ada guru yang menyampaikan pertanyaan terkait mengatur kelompok sesuai model pembelajaran yang dipilih serta cara memanfaatkan pemanfaatan teknologi di kelas rendah dan kelas tinggi.

Di akhir kegiatan, salah satu guru menyampaikan terima kasih karena telah berkenan hadir berbagi praktik  baik di SD Inpres Iliwodo 2. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan bisa dilaksanakan secara rutin pada kegiatan lainnya. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kualitas pendidikan di SD Inpres Iliwodo 2, Kecamatan Ndori, dan Kabupaten Ende pada umumnya.

Berikut dilampirkan rekaman video pelaksanaan kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Iliwodo 2.

Serta lampiran daftar hadir peserta kegiatan berbagi praktik baik di SD Inpres Iliwodo 2.

 

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar