Halaman

Safriyadin (Syd)

NUSA KITA SOLID

Komitmen dan Langkah Nyata pada PembaTIK 2024

VLOG PembaTIK 2024

Inovasi Pembelajaran - Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi

Inovasi Pembelajaran

Petualangan Digital: NOBEL BATIK (iNOvasi pemBELajaran BerbAsis TIk dengan Kearifan lokal)

Sambutan Wisudawan

Upacara Wisuda Universitas Negeri Semarang

Wisudawan Terbaik

Upacara Wisuda Universitas Negeri Semarang

Safriyadin (Syd)

Wisudawan Terbaik Program Sarjana

Plakat Penghargaan Wisudawan Terbaik

Upacara Wisuda Universitas Negeri Semarang

Selasa, 24 Oktober 2023

Series Spirit 05 - Berbagi di SDI Hobakua

 

SERIES SPIRIT 05

BERBAGI INOVASI PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SDI HOBAKUA


Halo, Bapak/Ibu Guru Hebat,

Saya Safriyadin, Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Timur - Tahun 2023.


Bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat.


Pasti sahabat semua ingin tahu kegiatan apa saja yang Saya lakukan melalui di Artikel ini.

Sebelumnya, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi, antara lain Bapak/Ibu Duta Teknologi, Bapak/Ibu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, serta Bapak/Ibu Guru hebat semuanya. 


Mari kita simak kegiatan kelima kami tentang berbagi praktik baik dalam Series Spirit 05



Pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Series Spirit 05, setelah melakukan berbagi di SDI Wonda, Saya melanjutkan perjalanan mengendarai sepeda motor dengan waktu kurang dari 5 menit untuk berkunjung dan berbagi di Sekolah Dasar Inpres Hobakua (SDI Hobakua), Gugus 2, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende.


Sebelum berkunjung ke SDI Wonda pada hari Rabu, 18 Oktober 2023, Saya terlebih dahulu menghubungi salah satu guru di SDI Hobakua yaitu Ibu Nur Afni Aba, S.Pd., yang juga sebagai Sekretaris Subkomunitas KKG Kelas 4 di Komunitas KKG Kecamatan Ndori, via WhatsApp. Beliau lalu menyampaikan kepada Bapak Kepala SDI Hobakua, yaitu Bapak Zainul Ali, S.Pd. Setelah menghubungi Bapak Kepala Sekolah, lalu diizinkan untuk berbagi di sekolah keesokan harinya. 


Saat tiba di SDI Hobakua, Saya disambut dengan sangat baik oleh Bapak kepala sekolah dan juga para guru lalu menuju ruang kepala sekolah untuk menyampaikan tujuan kedatangan Saya dan memberikan surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Ada 10 guru yang mengikuti kegiatan ini. Sama seperti guru lainnya di Kecamatan Ndori,  ada guru SDI Hobakua yang tidak hadir karena mengikuti kegiatan penguatan literasi di Kota Kabupaten dan yang lainnya mengikuti kegiatan Numerasi Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) sebagai peserta yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende selama 14 hari melalui pengimbasan oleh para trainer tingkat kecamatan yang berlokasi di SMP Negeri 5 Wolowaru di Maubasa, Kecamatan Ndori. Mereka juga telah menyiapkan ruang guru untuk kegiatan berbagi lengkap dengan LCD yang sudah terpasang. Namun, ada sedikit kendala sebelum melaksanakan kegiatan berbagi, yaitu listrik mengalami gangguan di sekolah. Akan tetapi, kepala sekolah beserta para guru langsung sigap dalam mengatasi gangguan tersebut, walaupun dalam kondisi cuaca yang sangat terik dan terasa gerah, mengingat lokasi sekolah cukup dekat dengan area pantai. Saya merasa senang dan mengapresiasi terhadap sambutan dan persiapan mereka. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh bagi Saya sebagai Sahabat Teknologi.




Saat kegiatan berbagi Series Spirit 05 ini, sebelum menyampaikan terkait materi, Saya memperkenalkan diri terlebih dahulu dan memperkenalkan kegiatan PembaTIK ini kepada semua yang hadir. Saya menyampaikan materi terkait Inovasi TIK dan Kearifan Lokal (Permainan Tradisional) dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Selain itu, inovasi TIK yang dilakukan ini guna memanfaatkan Chromebook sekolah bantuan pemerintah yang jarang digunakan, memanfaatkan akun belajar.id murid yang sangat jarang digunakan. Inovasi ini menerapkan salah satu aplikasi XAMPP yang membantu guru dan murid mengakses berbagai macam sumber belajar, seperti buku elektronik, buku audio/podcast dari SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), video pembelajaran dari PMM, dan juga Quizizz yang dapat diakses oleh murid, walaupun tanpa jaringan internet dengan cara localhost. Inovasi ini perlu dikembangkan mengingat letak geografis dan topografis di sebagian besar wilayah Kabupaten Ende, akses internet tidak stabil bahkan tanpa jaringan sama sekali.


Walaupun dengan kemajuan teknologi, Saya juga tetap mengangkat budaya dan kearifan lokal murid seperti permainan tradisional sesuai karakteristik murid sekolah dasar. Selain itu, dalam pembelajaran kurikulum merdeka, dalam mengelompokkan murid sesuai profil gaya belajarnya, tidak lupa nama kelompok diberi nama sesuai dengan budaya/kearifan lokal, seperti nama tarian atau pahlawan daerah.

Sehingga, seiring dengan perkembangan teknologi, kita tetap tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal untuk tetap dilestarikan oleh murid, sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.


Bapak kepala sekolah dan semua guru sangat senang karena mendapat inspirasi praktik baik yang Saya bagikan. Mereka menyadari bahwa ada hal-hal kecil yang mungkin kita lewati seperti mengangkat kearifan lokal untuk nama kelompok dan juga bisa melestarikan permainan tradisional yang sangat dekat dengan kehidupan murid sehari-hari.


Di akhir kegiatan berbagi, Bapak kepala sekolah dan para guru mengisi daftar hadir yang telah disediakan dan juga berfoto bersama untuk dokumentasi kegiatan. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru SDI Hobakua. Marilah kita terus bersemangat dan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang terbaik untuk murid.


Poin Series Spirit 05:

Teruslah berbagi walaupun sedikit bagi kita, mungkin saja sangat berarti bagi orang lain.


Berikut ini adalah Video Series Spirit 05:


Link Daftar Hadir Series Spirit 05:



#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar




Series Spirit 04 - Berbagi di SDI Wonda


SERIES SPIRIT 04

BERBAGI INOVASI PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SDI WONDA


Halo, Bapak/Ibu Guru Hebat,

Saya Safriyadin, Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Timur - Tahun 2023.


Bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat.


Pasti sahabat semua ingin tahu kegiatan apa saja yang kami lakukan di Artikel ini.

Sebelumnya, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi, antara lain Bapak/Ibu Duta Teknologi, Bapak/Ibu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, serta Bapak/Ibu Guru hebat semuanya. 


Mari kita simak kegiatan keempat kami tentang berbagi praktik baik dalam Series Spirit 04



Pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Series Spirit 04, Saya berkunjung dan berbagi di Sekolah Dasar Inpres Wonda (SDI Wonda), Gugus 1, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende.


Sebelum berkunjung ke SDI Wonda pada hari Rabu, 18 Oktober 2023, Saya terlebih dahulu menghubungi salah satu guru di SDI Wonda yaitu Ibu Kresensia Siri E. Rae, S.Pd. SD., yang juga sebagai Koordinator Penggerak Komunitas KKG Kecamatan Ndori via WhatsApp. Beliau lalu menyampaikan kepada Ibu Kepala SDI Wonda, yaitu Ibu Johra, S.Pd. Setelah menghubungi Ibu Kepala Sekolah, lalu diizinkan untuk berbagi di sekolah keesokan harinya. 


Saat tiba di SDI Wonda, Saya disambut dengan sangat baik oleh Ibu kepala sekolah dan juga para guru bahkan mulai dari pintu kantor sekolah. Ada 6 guru yang mengikuti kegiatan ini. Sama seperti guru lainnya di Kecamatan Ndori,  ada guru SDI Wonda yang tidak hadir karena mengikuti kegiatan penguatan literasi di Kota Kabupaten dan yang lainnya mengikuti kegiatan Numerasi Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) sebagai peserta yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende selama 14 hari melalui pengimbasan oleh para trainer tingkat kecamatan yang berlokasi di SMP Negeri 5 Wolowaru di Maubasa, Kecamatan Ndori. Mereka juga telah menyiapkan ruang guru untuk kegiatan berbagi lengkap dengan LCD yang sudah terpasang. Saya merasa senang dan mengapresiasi terhadap sambutan dan persiapan mereka. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh bagi Saya sebagai Sahabat Teknologi.





Saat kegiatan berbagi Series Spirit 04 ini, sebelum menyampaikan terkait materi, Saya memperkenalkan diri terlebih dahulu dan memperkenalkan kegiatan PembaTIK ini kepada semua yang hadir. Saya menyampaikan materi terkait Inovasi TIK dan Kearifan Lokal (Permainan Tradisional) dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Selain itu, inovasi TIK yang dilakukan ini guna memanfaatkan Chromebook sekolah bantuan pemerintah yang jarang digunakan, memanfaatkan akun belajar.id murid yang sangat jarang digunakan. Inovasi ini menerapkan salah satu aplikasi XAMPP yang membantu guru dan murid mengakses berbagai macam sumber belajar, seperti buku elektronik, buku audio/podcast dari SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), video pembelajaran dari PMM, dan juga Quizizz yang dapat diakses oleh murid, walaupun tanpa jaringan internet dengan cara localhost. Inovasi ini perlu dikembangkan mengingat letak geografis dan topografis di sebagian besar wilayah Kabupaten Ende, akses internet tidak stabil bahkan tanpa jaringan sama sekali.


Walaupun dengan kemajuan teknologi, Saya juga tetap mengangkat budaya dan kearifan lokal murid seperti permainan tradisional sesuai karakteristik murid sekolah dasar. Selain itu, dalam pembelajaran kurikulum merdeka, dalam mengelompokkan murid sesuai profil gaya belajarnya, tidak lupa nama kelompok diberi nama sesuai dengan budaya/kearifan lokal, seperti nama tarian atau pahlawan daerah.

Sehingga, seiring dengan perkembangan teknologi, kita tetap tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal untuk tetap dilestarikan oleh murid, sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.


Ibu kepala sekolah dan semua guru sangat senang karena mendapat inspirasi praktik baik yang Saya bagikan. Mereka menyadari bahwa ada hal-hal kecil yang mungkin kita lewati seperti mengangkat kearifan lokal untuk nama kelompok dan juga bisa melestarikan permainan tradisional yang sangat dekat dengan kehidupan murid sehari-hari.


Di akhir kegiatan berbagi, Ibu kepala sekolah dan para guru mengisi daftar hadir yang telah disediakan dan juga berfoto bersama untuk dokumentasi kegiatan. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru SDI Wonda. Marilah kita terus bersemangat dan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang terbaik untuk murid.


Poin Series Spirit 04:

Tidak ada model pembelajaran yang terbaik, tidak ada media yang terbaik, yang ada hanyalah resep-resep terbaik dari guru untuk muridnya sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.


Berikut ini adalah Video Series Spirit 04:


Link Daftar Hadir Series Spirit 04:



#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar





Series Spirit 03 - Webinar Lintas Provinsi (NTT, Sumatera Selatan)


SERIES SPIRIT 03

BERBAGI DARING : INOVASI PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN - KOLABORASI WEBINAR LINTAS PROVINSI (NTT, SUMSEL)


Halo, Bapak/Ibu Guru Hebat,

Saya Safriyadin, Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Timur - Tahun 2023.


Bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat.


Pasti sahabat semua ingin tahu kegiatan apa saja yang kami lakukan di Artikel ini.

Sebelumnya, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi, antara lain Bapak/Ibu Duta Teknologi, Bapak/Ibu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, serta Bapak/Ibu Guru hebat semuanya. 

Mari kita simak kegiatan ketiga tentang berbagi praktik baik dalam Series Spirit 03



Setelah mengikuti kegiatan luring mengunjungi SDI Aerea dan SDK Aebara, lalu pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Series Spirit 03, Saya berkolaborasi melalui webinar dengan sahabat teknologi dari Provinsi Sumatera Selatan. Adapun sahabat teknologi yang berkolaborasi bersama adalah Ibu Rina Iryani, S.Pd. (Sahabat Teknologi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023, Guru di SDN 41 Prabumulih, dan Pengajar Praktik Angkatan 8) dan Ibu Debi Aryani, S.Pd. (Sahabat Teknologi Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023, Guru di SMPN 4 Prabumulih dan Pengajar Praktik Angkatan 5 dan 9). Kami berkomunikasi melalui via WhatsApp dalam grup komunitas PembaTIK dan menentukan persiapan meliputi penentuan waktu, persiapan flyer, menentukan moderator yang bersedia, rekaman kegiatan, serta daftar hadir peserta webinar. 


Moderator dalam kegiatan ini adalah Pak Dwiki Al Akhyar, S.Ud. (Penggerak Komunitas Eduguru, Guru SMK Muhammadiyah Prabumulih, dan Pengajar Praktik Angkatan 8). Ada 35 peserta dalam mengikuti kegiatan Webinar ini. Materi yang dibawakan oleh  Ibu Rina Iryani, S.Pd. yaitu berbagi praktik baik pembelajaran dengan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Google Sites, dan Ibu Debi Aryani, S.Pd. membawakan materi merancang pembelajaran dengan model PI. Saat kegiatan berbagi Series Spirit 03 ini, Saya menyampaikan materi terkait Inovasi TIK dan Kearifan Lokal (Permainan Tradisional) dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Selain itu, inovasi TIK yang dilakukan ini guna memanfaatkan Chromebook sekolah bantuan pemerintah yang jarang digunakan, memanfaatkan akun belajar.id murid yang sangat jarang digunakan. Inovasi ini menerapkan salah satu aplikasi XAMPP yang membantu guru dan murid mengakses berbagai macam sumber belajar, seperti buku elektronik, buku audio/podcast dari SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), video pembelajaran dari PMM, dan juga Quizizz yang dapat diakses oleh murid, walaupun tanpa jaringan internet dengan cara localhost. Inovasi ini perlu dikembangkan mengingat letak geografis dan topografis di sebagian besar wilayah Indonesia di daerah terpencil, akses internet tidak stabil bahkan tanpa jaringan sama sekali. Selain itu, dapat menghemat biaya penggunaan pulsa internet.


Walaupun dengan kemajuan teknologi, Saya juga tetap mengangkat budaya dan kearifan lokal murid seperti permainan tradisional sesuai karakteristik murid sekolah dasar. Selain itu, dalam pembelajaran kurikulum merdeka, dalam mengelompokkan murid sesuai profil gaya belajarnya, tidak lupa nama kelompok diberi nama sesuai dengan budaya/kearifan lokal, seperti nama tarian atau pahlawan daerah.

Sehingga, seiring dengan perkembangan teknologi, kita tetap tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal untuk tetap dilestarikan oleh murid, sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.


Para peserta sangat antusias dalam mengikuti webinar dengan ikut hadir dan menyampaikan pertanyaan seputar pembelajaran yang memanfaatkan TIK dalam inovasi pembelajaran kurikulum merdeka.


Kami sangat senang karena bisa saling berbagi praktik baik di daerah atau sekolah asal dan dapat berkolaborasi bersama, walaupun sebelumnya tidak pernah bertemu langsung. Marilah kita terus bersemangat dan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang terbaik untuk murid.


Poin Series Spirit 03:

Saat berbagi praktik baik dengan sesama, kita juga telah saling bersilaturahmi.


Berikut ini adalah Video Series Spirit 03:


Link Daftar Hadir Series Spirit 03:



#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar




Series Spirit 02 - Berbagi di SDK Aebara


SERIES SPIRIT 02 

BERBAGI INOVASI PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN  DI SDK AEBARA


Halo, Bapak/Ibu Guru Hebat,

Saya Safriyadin, Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Timur - Tahun 2023.


Bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat.


Pasti sahabat semua ingin tahu kegiatan apa saja yang kami lakukan di Artikel ini.

Sebelumnya, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi, antara lain Bapak/Ibu Duta Teknologi, Bapak/Ibu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, serta Bapak/Ibu Guru hebat semuanya. 


Mari kita simak kegiatan kedua kami tentang berbagi praktik baik dalam Series Spirit 02



Pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Series Spirit 02, Saya berkunjung dan berbagi di Sekolah Dasar Katolik Aebara (SDI Aebara), Gugus 1, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende.

Setelah berkunjung ke SDI Aerea, Saya langsung menuju ke SDK Aebara, karena letaknya berdekatan. Kira-kira hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit perjalanan dengan sepeda motor dari SDI Aerea ke SDK Aebara. Sebelum berkunjung ke SDK Aebara pada hari Selasa 17 Oktober 2023, Saya terlebih dahulu menghubungi Kepala Sekolah (Ibu Yasinta Badhe, S.Pd. SD.) via WhatsApp, karena beliau kebetulan juga tidak berada di sekolah, karena mengikuti kegiatan Penguatan Literasi bersama salah satu guru selama 4 hari yang diselenggarakan oleh BPMP Provinsi NTT di salah satu hotel di Kota Kabupaten. Setelah menghubungi Ibu Kepala Sekolah, lalu diizinkan untuk berbagi di sekolah keesokan harinya. 


Saat tiba di SDI Aerea, Saya disambut dengan sangat baik oleh para guru. Para guru yang Saya temui hanya 5 orang, karena guru lainnya mengikuti kegiatan penguatan literasi di Kota Kabupaten dan yang lainnya sebagai peserta yang mengikuti kegiatan Numerasi Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende selama 14 hari melalui pengimbasan oleh para trainer tingkat kecamatan yang berlokasi di SMP Negeri 5 Wolowaru di Maubasa, Kecamatan Ndori. Saat akan memaparkan materi, tiba-tiba listrik padam, sehingga tidak bisa menggunakan LCD dan proyektor. Walaupun keadaan listrik padam, Saya tetap berbagi sambil memegang laptop dan memperlihatkan slide dan juga video yang telah disiapkan sebelumnya. Saya merasa senang dan mengapresiasi terhadap sambutan dan persiapan mereka. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh bagi Saya sebagai Sahabat Teknologi.



Saat kegiatan berbagi Series Spirit 02 ini, sebelum menyampaikan terkait materi, Saya memperkenalkan diri terlebih dahulu dan memperkenalkan kegiatan PembaTIK ini kepada semua yang hadir. Saya menyampaikan materi terkait Inovasi TIK dan Kearifan Lokal (Permainan Tradisional) dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Selain itu, inovasi TIK yang dilakukan ini guna memanfaatkan Chromebook sekolah bantuan pemerintah yang jarang digunakan, memanfaatkan akun belajar.id murid yang sangat jarang digunakan. Inovasi ini menerapkan salah satu aplikasi XAMPP yang membantu guru dan murid mengakses berbagai macam sumber belajar, seperti buku elektronik, buku audio/podcast dari SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), video pembelajaran dari PMM, dan juga Quizizz yang dapat diakses oleh murid, walaupun tanpa jaringan internet dengan cara localhost. Inovasi ini perlu dikembangkan mengingat letak geografis dan topografis di sebagian besar wilayah Kabupaten Ende, akses internet tidak stabil bahkan tanpa jaringan sama sekali.


Walaupun dengan kemajuan teknologi, Saya juga tetap mengangkat budaya dan kearifan lokal murid seperti permainan tradisional sesuai karakteristik murid sekolah dasar. Selain itu, dalam pembelajaran kurikulum merdeka, dalam mengelompokkan murid sesuai profil gaya belajarnya, tidak lupa nama kelompok diberi nama sesuai dengan budaya/kearifan lokal, seperti nama tarian atau pahlawan daerah.

Sehingga, seiring dengan perkembangan teknologi, kita tetap tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal untuk tetap dilestarikan oleh murid, sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.


Para guru juga tampak asyik menyimak pemaparan yang Saya lakukan sambil sesekali mencatat poin penting dan nama-nama aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam inovasi pembelajaran.


Di akhir kegiatan berbagi, para guru mengisi daftar hadir yang telah disediakan dan juga berfoto bersama untuk dokumentasi kegiatan. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru SDK Aebara. Marilah kita terus bersemangat dan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang terbaik untuk murid.


Poin Spirit Spirit 02:

Teknologi dalam pembelajaran adalah suatu tuntutan zaman.


Berikut ini adalah Video Series Spirit 02:


Link Daftar Hadir Series Spirit 02:



#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar





Series Spirit 01 - Berbagi di SDI Aerea


SERIES SPIRIT 01

BERBAGI INOVASI PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SDI AEREA


Halo, Bapak/Ibu Guru Hebat,

Saya Safriyadin, Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Timur - Tahun 2023.


Bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat.


Pasti sahabat semua ingin tahu kegiatan apa saja yang kami lakukan di Artikel ini.

Sebelumnya, Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selalu mendukung kegiatan berbagi dan berkolaborasi, antara lain Bapak/Ibu Duta Teknologi, Bapak/Ibu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, serta Bapak/Ibu Guru hebat semuanya. 


Mari kita simak kegiatan pertama kami tentang berbagi praktik baik dalam Series Spirit 01



Pada kegiatan berbagi dan berkolaborasi PembaTIK Level 4 Series Spirit 01, Saya berkunjung dan berbagi di Sekolah Dasar Inpres Aerea (SDI Aerea), Gugus 1, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende.


Sebelum berkunjung ke SDI Aerea pada hari Selasa 17 Oktober 2023, Saya terlebih dahulu menghubungi Ibu Kepala Sekolah (Maria Dafrosa Tely, S.Pd. SD.) via WhatsApp, karena beliau kebetulan tidak berada di sekolah, karena mengikuti kegiatan Bimtek dan Lokakarya ke 2 PGP di Kota Kabupaten. Setelah menghubungi Ibu Kepala Sekolah, lalu diizinkan untuk berbagi di sekolah keesokan harinya. 


Saat tiba di SDI Aerea, Saya disambut dengan sangat baik oleh para guru. Bahkan, ada guru dari SMP Satap Aerea yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan SDI Aerea, juga turut hadir bersama dalam kegiatan ini. Banyak guru yang hadir ada 7 orang. Ada guru SDI Aerea yang tidak hadir karena mengikuti kegiatan penguatan literasi di Kota Kabupaten dan yang lainnya mengikuti kegiatan Numerasi Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) sebagai trainer dan juga peserta yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende selama 14 hari melalui pengimbasan oleh para trainer tingkat kecamatan yang berlokasi di SMP Negeri 5 Wolowaru di Maubasa, Kecamatan Ndori. Mereka juga telah menyiapkan ruang guru untuk kegiatan berbagi lengkap dengan LCD yang sudah terpasang. Saya merasa senang dan mengapresiasi terhadap sambutan dan persiapan mereka. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan penuh bagi Saya sebagai Sahabat Teknologi.


Saat kegiatan berbagi Series Spirit 01 ini, Saya menyampaikan materi terkait Inovasi TIK dan Kearifan Lokal (Permainan Tradisional) dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Selain itu, inovasi TIK yang dilakukan ini guna memanfaatkan Chromebook sekolah bantuan pemerintah yang jarang digunakan, memanfaatkan akun belajar.id murid yang sangat jarang digunakan. Inovasi ini menerapkan salah satu aplikasi XAMPP yang membantu guru dan murid mengakses berbagai macam sumber belajar, seperti buku elektronik, buku audio/podcast dari SIBI (Sistem Perbukuan Indonesia), video pembelajaran dari PMM, dan juga Quizizz yang dapat diakses oleh murid, walaupun tanpa jaringan internet dengan cara localhost. Inovasi ini perlu dikembangkan mengingat letak geografis dan topografis di sebagian besar wilayah Kabupaten Ende, akses internet tidak stabil bahkan tanpa jaringan sama sekali.





Walaupun dengan kemajuan teknologi, Saya juga tetap mengangkat budaya dan kearifan lokal murid seperti permainan tradisional sesuai karakteristik murid sekolah dasar. Selain itu, dalam pembelajaran kurikulum merdeka, dalam mengelompokkan murid sesuai profil gaya belajarnya, tidak lupa nama kelompok diberi nama sesuai dengan budaya/kearifan lokal, seperti nama tarian atau pahlawan daerah.

Sehingga, seiring dengan perkembangan teknologi, kita tetap tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal untuk tetap dilestarikan oleh murid, sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.


Para guru juga tampak asyik menyimak pemaparan yang Saya lakukan sambil sesekali mencatat poin penting dan nama-nama aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam inovasi pembelajaran.


Di akhir kegiatan berbagi, para guru mengisi daftar hadir yang telah disediakan dan juga berfoto bersama untuk dokumentasi kegiatan. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru SDI Aerea. Marilah kita terus bersemangat dan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang terbaik untuk murid.


Poin Series Spirit 01:

Segala sesuatu harus diawali dengan mau mencoba.


Berikut ini adalah Video Series Spirit 01:


Link Daftar Hadir Series Spirit 01:



#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar






Minggu, 30 April 2023

Pemanfaatan PMM di Komunitas KKG Ndori

 


          Sabtu, 11/02/2023. Bertepatan dengan satu tahun peluncuran Platform Merdeka Mengajar (PMM), Komunitas  Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Ndori mengadakan kegiatan rutin komunitas di SD Inpres Iliwodo 1. Salah satu agenda utama kegiatan komunitas yaitu melakukan pengembangan diri dengan memanfaatkan PMM dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan komunitas tersebut dihadiri oleh semua kepala sekolah, pengurus komunitas, guru penggerak, dan semua guru kelas dan mata pelajaran di Kecamatan Ndori yang tersebar dalam dua gugus.
       Kegiatan diawali dengan mengupdate kembali PMM ke versi terbaru yaitu versi 1.26.0. Dilanjutkan dengan mengikuti pelatihan bersama Kurikulum Merdeka pada menu Pelatihan Mandiri serta melakukan unggah hasil karya praktik baik setiap guru dalam Bukti Karya di PMM.


    Antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti atau bergabung pada komunitas PMM yaitu KKG Ndori - Kabupaten Ende. Kegiatan ini dipandu oleh ketua KKG masing-masing gugus. Diharapkan setiap guru mengikuti semua Pelatihan Mandiri di PMM dengan menyimak video dan materi pelatihan di setiap modul pelatihan, lalu menulis catatan reflektif di setiap modul pelatihan dan mengerjakan post test. Setelah mengikuti pelatihan dalam modul PMM, guru dapat melakukan praktik pemahaman terhadap topik yang telah dipelajari dengan melakukan Aksi Nyata yang akhirnya mendapat sertifikat untuk setiap topik pelatihannya.


      Ada beragam topik Pelatihan Mandiri yang dapat diikuti oleh guru, seperti Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, Perencanaan Pembelajaran SD/Paket A, Asesmen SD/Paket A, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan lain sebagainya. Selain itu, setiap guru juga dapat mengunggah Praktik Baik dalam PMM melalui menu Bukti Karya. Praktik Baik Bukti Karya guru tersebut antara lain seperti Bahan Ajar, Praktik Baik Pembelajaran, RPP/Modul Ajar, dan karya lain diharapkan dapat dibagikan ke anggota komunitas lainnya, maupun guru pada komunitas lain melalui berbagai media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan lainnya agar menjadi inspirasi dalam melakukan pembelajaran yang menarik sesuai tuntutan era digital di dunia pendidikan.


     Melalui kegiatan komunitas KKG ini, Ketua K3S dalam arahannya mengharapkan kekompakkan dan kerja sama guru dalam komunitas maupun subkomunitas untuk menyatukan visi dan semangat yang sama untuk memajukan dunia pendidikan. Selain melakukan penerapan PMM dalam pembelajaran, kegiatan komunitas ini dilanjutkan dengan penyusunan kisi-kisi soal Penilaian Tengah Semester (PTS) 2 dan Asesmen Sumatif Tengah Semester (STS) 2. Kegiatan rutin komunitas KKG ini terus berlanjut dengan agenda menarik lainnya yang telah disusun bersama masing-masing sub dalam komunitas.


Editor: Safriyadin, S.Pd., Gr.

Rabu, 15 Februari 2023

Solusi Dilema Belajar dari Rumah di Daerah Terpencil

 (Ditulis dalam Lomba Menulis Artikel Antarguru pada HUT PGRI 2022 - Peringkat 2 - Kab. Ende)

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah mengganggu semua sektor penting di negeri ini, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Berbagai macam stimulus kebijakan dilakukan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam menghadapi pandemi ini, agar pembelajaran tetap dan terus berlangsung. Pembelajaran dalam jaringan (online) menjadi salah satu pilihan yang cukup jitu. Mulai dari penggunaan aplikasi pendidikan gratis atau berbayar menggunakan ponsel pintar dan laptop sampai dibuat program khusus belajar dari rumah di televisi pemerintah.

Antusias guru, siswa, dan orang tua cukup bagus, bisa terlihat dari postingan media sosial guru dan orang tua yang mengabadikan momentum belajar dari rumah untuk anak-anak didiknya. Walaupun guru dan orang tua harus mengeluarkan biaya lebih, karena biaya paket internet akan melonjak tentunya. Kebijakan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah pun dilakukan perubahan cepat menyesuaikan keadaan pandemi, salah satunya digunakan untuk belanja paket internet bagi guru dan peserta didik. Namun, di lapangan bisa berbeda cerita, misalnya keterlambatan pencairan dana atau ketimpangan status kepegawaian guru yang menjadi ramai diperbincangkan. Terlepas dari semua itu, pihak sekolah dan orang tua harus memastikan pembelajaran tetap dan terus dilakukan tanpa tatap muka secara langsung.

Esensi  ideal belajar dari rumah sebenarnya adalah penyampaian materi atau komunikasi interaktif dari guru kepada peserta didik yang dilakukan secara daring (online) menggunakan berbagai aplikasi, misalnya whatsapp group, zoom meeting, google meet, google classroom, dan lain sebagainya. Pembelajaran seperti ini bisa dilakukan secara interaktif dan orang tua dapat memantau aktivitas belajar anaknya. Kondisi ideal seperti ini dirasa mudah dan menyenangkan untuk guru yang bertugas di daerah perkotaan atau memiliki jaringan internet yang bagus dan ketersediaan listrik. Cerita tersebut bukanlah kondisi yang dirasakan oleh sekolah-sekolah yang berada di pedesaan, terlebih lagi daerah terpencil atau pelosok, seperti di SDN Molekelisamba, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende. Sebagian peserta didik dan orang tua menganggap belajar dari rumah seperti “liburan”, apalagi banyak berita tentang korban Covid-19 yang digencarkan oleh media maupun masyarakat umum. Pola pikir seperti ini tidak bisa sepenuhnya salah, karena pembelajaran ideal menggunakan media daring (online) tidak dapat dilakukan bahkan mustahil bisa dilakukan. Mulai dari tidak ada jaringan listrik, tidak ada jaringan internet, minimnya orang tua yang mempunyai ponsel pintar, belum lagi keterampilan menggunakan aplikasi pembelajaran hingga terjepitnya kebutuhan ekonomi orang tua siswa di daerah terpencil.

Pembelajaran dari rumah secara daring (online) di daerah terpencil, kini hanya sebatas mimpi bagi pendidik, siswa, maupun orang tua. Walaupun demikian, hal mustahil ini bisa dikreasikan oleh guru dengan segala inovasi yang dimilikinya. Ibarat tak ada rotan akarpun jadi. Ada cara yang bisa dilakukan oleh guru, yaitu menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. Metode tugas terstruktur ini dilaksanakan secara luring atau luar jaringan. Metode ini langsung dipantau sendiri oleh guru atau pun kepala sekolah ke rumah siswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau handsanitazer.

Metode tugas terstruktur ini berupa ringkasan materi ajar yang dimodifikasi guru disertai latihan-latihan soal yang dibuat semenarik mungkin agar ada daya tarik terhadap tugas tersebut. Harapannya tentu akan terus muncul motivasi belajar siswa, walaupun di tengah kondisi pandemi. Perlu diperhatikanguru dalam pemberian latihan soal tidak berlebihan atau dalam jumlah banyak, karena akan menimbulkan rasa jenuh dan bosan bagi siswa. Oleh karena itu, dilakukan secara terstruktur yakni memberikan materi pembelajaran dan latihan soal secara terukur dengan batasan waktu tertentu. Misalnya, dijadwalkan materi pembelajaran dan latihan soal yang akan diberikan pada siswa dalam satu minggu, namun perlu diingat dalam rentang waktu tersebut guru tetap memantau secara berkala perkembangan belajar siswa dan perlu bekerja sama dengan orang tua untuk memastikan kegiatan belajar dari rumah tetap belangsung. Setelah itu, latihan soal langsung dikoreksi dan diberikan penguatan oleh guru, lalu diberikan lagi materi dan latihan soal untuk pembelajaran berikutnya. Cara ini cukup efektif walaupun guru harus berkorban lebih, karena harus mengujungi siswa di daerah terpencil dengan segala keterbatasan, guna memastikan pembelajaran tetap dan terus berjalan sebagaimana mestinya di masa pandemi ini.

Kini masa pandemi perlahan mulai berakhir, siswa pun kembali ke sekolah sebagaimana biasanya. Namun, pengalaman belajar di masa pandemi dengan metode tugas terstruktur memberikan refleksi tersendiri bagi guru ke depan. Hal ini terutama berkaitan dengan pengemasan konten materi pelajaran yang selalu dibuat sederhana dan menarik bagi siswa, agar memberikan semangat atau motivasi belajar siswa. Pembelajaran dengan motode tugas tersetruktur ini, sejalan dengan semangat kurikulum merdeka dengan konten materi yang lebih sederhana dan sekolah dapat mengatur sendiri pembelajaran yang menarik melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Harapannya semangat dan inovasi guru dan siswa tetap selalu terjaga dan berkembang di segala kondisi, di saat pandemi maupun kondisi setelah pandemi berakhir, guna terwujudnya guru cerdas pulihkan pendidikan, menuju Indonesia tangguh.